Sunday, 5 May 2013

Ayo Ikutan Kontes Humor JOKES.WEB.ID

Baca Selanjutnya »

Saturday, 13 April 2013

Cerita Pendek (Cerpen) - Pangeran dan Budak Perempuan

Anak-anaku tercinta.
Di malam jum’at yang penuh berkah ini, akan kuceritakan untuk kalian sebuah kisah indah tentang khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Umar bin Abdul Aziz, khalifah ke lima dari khulafaur-rasyidin, duduk di halaman rumahnya. Waktu itu udara terasa sangat panas.     Umar lalu memanggil budak perempuannya dan berkata kepadanya, “Budak perempuanku, kipasilah aku!” Umarpun kemudian memberikan kipas pelepah kurma kepada budak perempuannya itu.
Selanjutnya, sang budak perempuan itu duduk mengipasi khalifah sampai ia tertidur.
Tidak lama kemudian Umar terbangun dan ia menemukan pembantu wanitanya tertidur di dekatnya. Maka, ia pun lalu mengambil kipas dan mulai mengipasi pembantunya supaya tertidur dengan nyaman.
Tiba-tiba budak perempuan itu bangun dan berkata, “Apa-apaan ini wahai Amirul Mukminin?”
“Tenanglah, jangan terkejut! Engkau manusia sepertiku. Engkau mengipasiku, maka akupun mengipasimu,” kata Umar menjawab.

Anak-anakku tercinta!
    Apakah kalian melihat ahlak yang mulia dari pemimpin yang mulia itu.
    Sampai bertemu di cerita lain pada malam berikut, insyaallah.
Baca Selanjutnya »

Cerita Pendek (Cerpen) - Menyayangi Binatang

Anak-anakku tercinta!
Kemarilah anak-anakku! Akan kuceritakan untukmu sebuah kisah yang mengandung pelajaran, nasihat dan kasih sayang.
Dulu, ada seorang laki-laki kaya di padang pasir yang mencari kambingnya yang terletak di lembah yang satunya lagi. Di tengah perjalanan, ia merasakan haus yang luar biasa hingga dirinya hampir meninggal. Tiba-tiba ia menemukan sebuah sumur. Tanpa banyak pikir, ia kemudian turun ke dalam sumur dan meminum airnya. Maka, hilanglah rasa hausnya.
Tatkala sedang beristirahat di sisi sumur, tiba-tiba datanglah seekor anjing yang menjulurkan lidahnya kehausan. Anjing itu hampir saja mati. Melihat itu, laki-laki tersebut melepaskan sepatunya lalu turun ke dalam sumur dan mengisi sepatunya dengan air sumur.
Setelah selesai, ia kemudian keluar dan memberi minum anjing tersebut sampai hilang rasa hausnya.
Maka, Allah memberi balasan kepada laki-laki tersebut dengan mengampuni semua dosa-dosanya.
Anak-anakku! Apakah kalian melihat bagaimana menyayangi binatang mendatangkan balasan yang sangat besar?
Baca Selanjutnya »

Cerita Pendek (Cerpen) - Anugerah Langka

Anak-anaku tercinta!
Sekarang engkau bersama kisah pertama yang kupersembahkan untukmu menjelang tidur.
Ada seorang laki-laki yang memperlihatkan rumahnya kepada orang lain untuk dijual. Beberapa hari kemudian, datanglah seorang lelaki yang akan membeli rumah itu. Laki-laki itu pun kemudian membayar harga rumah yang diminta oleh si penjual. Keduanya lalu bersalaman dan masing-masing pergi.
Setelah tiga hari, ketika si pembeli masih membereskan rumah yang baru dibelinya, tiba-tiba ia menemukan sebuah kendi yang dipenuhi emas. Ia kemudian mencari laki-laki yang menjual rumah itu. Setelah bersusah payah, akhirnya ia berhasil menemukan laki-laki itu. Ia berkata kepadanya, “Aku menemukan kendi yang dipenuhi emas. Kendi itu pasti milikmu.”
Laki-laki yang tak lain adalah si penjual itu berkata, “Aku telah menjual rumah itu berikut isinya.”
“Tidak,” kata si pembeli. “Bahkan, aku hanya membeli rumahnya saja, sedangkan emas itu tetap milikmu.”
Si penjual membantah, “Aku menjualnya padamu berikut isinya.”
Kedua orang itu kemudian mengadukan persoalannya kepada Hakim. Sang hakim kemudian berkata kepada keduanya, “Jangan bertengkar! Apakah kalian berdua mempunyai anak?”
“Ya, aku punya anak laki-laki,” kata si penjual.
“Ya, aku juga punya budak perempuan,” kata si pembeli.
Hakim itu berkata, “Kawinkan saja anak laki-laki itu dengan anak perempuan. Berikanlah emas itu kepada keduanya, berilah makan kepada orang-orang miskin dan bersedekahlah kepada orang-orang yang membutuhkan. Semoga Allah memberkatimu dalam kehidupanmu.”
Sampai bertemu pada kisah yang lain di malam berikutnya.
Baca Selanjutnya »
 

Cerita Pendek Copyright © 2013 Designed by Dek Noka for Separuhku